7 Kunci Ketenangan Hati :Riyadha (Latihan) Menggapai Hati yang Bersih
7 Kunci Ketenangan Hati
Penulis : Ahmad Ridho
1. Jangan tergantung pada orang lain
Tergantunglah
pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri. Jangan bergantung pada orang tua,
jangan hanya mengandalkan bantuan teman-teman terdekatmu. Hanya Tuhan-lah
satu-satunya zat dimana kamu dapat menggantungkan hidup. Ingat lah Wahai
Saudaraku Ketika Allah SWT berfirman;
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ * إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Maka berkat rahmat Allah lah engkau
(Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap
keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekitarmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah
membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
mencintai orang-orang yang bertawakkal. Jika Allah menolong kamu, maka tidak
ada seorangpun yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu
tidak memberi pertolongan, maka siapa yang bisa menolongmu setelah itu? Karena
itu, hendaklah hanya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.(Q.S Ali
Imran: 59-60)
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ
عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو
خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا
“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (Al-Musnad, no. 205, 1/243 no. 370, 1/313 no. 373, 1/304; Jami’ut Tirmidzi, Kitabuz Zuhud, Bab Fit Tawakkal ‘Alallah, no. 2344, no 2447)
Berfikirlah
positif, hal ini mungkin tidak menyelesaikan SEMUA masalahmu. Tapi kegiatan ini
AKAN mengusir sifat pembenci dalam dirimu dan kemudian kamu dapat melakukan
sesuatu yang lebih bermanfaat.
Rasulullah
SAW bersabda;
عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ،
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ
أَكْذَبُ الْحَدِيثِ) البخاري
ومسلم(
Artinya: Dari Abu Hurairah
Rasulullah
3. Jangan selalu mengingat penyesalan di masa lalu
Bacaan Bila
Tertimpa Sesuatu Yang Tidak Disenangi قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ Qadarullaahi wa
maa syaa-a fa’ala. Ini taqdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan. Atau
قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا
شَاءَ فَعَلَ Qaddarallaahu wa maa syaa-a fa’ala. Allah
telah mentaqdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan. *[HR. Muslim
4/2052]*
Bacaan ini mengandung makna agar kita tidak mencela atau tidak terima dengan takdir Allah. Dzikir ini berasal dari suatu hadits yang intinya jangan sampai kita mencela takdir Allah kemudian berandai-andai dan mengucapkan “seandainya”. Hal ini bisa membuka pintu setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika kamu tertimpa sesuatu (keburukan), maka janganlah kamu mengatakan, seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’.
Tetapi katakanlah, (QADARULLAH) ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan
Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya
perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”.(HR. Muslim)
Ucapan “seandainya” dalam hadits ini bisa bermakna:
- Protes terhadap takdir, padahal itu adalah perbuatan Allah berarti protes/mencela perbuatan Allah
- Tidak ridha dengan takdir Allah
Tidak ada manfaatnya juga mencela dan menyesali masa lalu yang tidak akan bisa
kembali, lebih baik segera bangkit dan perbaiki untuk masa akan datang
Ambilah
hikmah positif di setiap peristiwa yang sedang kamu jalani, jika kamu tidak
menemukan hikmah positif itu, ubahlah sudut pandangmu terhadap kehidupan ini
sampai kamu menemukannya.
4. Jangan menyimpan kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian
Resep ketenangan hati adalah jangan pernah menyimpan kebencian. Dendam
itu bagaikan racun. Ia bisa menguasai hidupmu. Sebelum kamu menyadarinya,
dendam itu bisa mengubahmu menjadi seorang yang jahat. Sebaiknya, jika kamu
merasa harimu saat ini sungguh berat, maka percayalah bahwa di setiap kesulitan
*PASTI* selalu ada ada kemudahan.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ
تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ،
وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ
إِخْوَانًا ، اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ
يَخْذُلُهُ ، وَلاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى هٰهُنَا ، وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ
ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ
الْـمُسْلِمَ ، كُلُّ الْـمُسْلِمِ عَلَى الْـمُسْلِمِ حَرَامٌ ، دَمُهُ وَمَالُهُ
وَعِرْضُهُ.
Dari Abu Hurairah
Radhyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci,
jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang
sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang
bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia
tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu
disini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali-. Cukuplah keburukan bagi
seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram
darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya. (Muslim no. 2564
Imam Ahmad II/277, 311- 360. Ibnu Mâjah no.3933-4213)
5. Jangan membiasakan sikap terburu buru
Aset utama
dan terpenting dalam kehidupan bukanlah uang, intan, permata ataupun berlian,
tetapi adalah WAKTU. Ingatlah bahwa mesin waktu itu tidak
pernah ada, kita tak akan bisa membeli waktu, memutar waktu, ataupun
menghentikan waktu. Dan demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian
yang sangat besar apabila mereka tidak dapat memanfaatkan waktu dengan
sebaik-baiknya.
Akhlak Nabi Muhammad
adalah Al Quran. Beliau berakhlak dan beretika dengan Al Quran, oleh karenanya
beliau berkomitmen dengan pengarahan Allah ini dengan tidak terburu-buru, dan
beliau berhati-hati dan bersabar. Oleh karena itu juga Rasulullah memberikan
petunjuk kepada umatnya dengan sabdanya:
التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَالعُجْلَةُ مِنَ
الشَّيْطَانِ
“Sifat perlahan-lahan
(sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari
setan.” *(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi
dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan
bahwa hadits ini hasan)*
Allah berfirman juga:
فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ
مِنَ ٱلرُّسُلِ
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati
dari rasul-rasul yang telah bersabar. (QS. Al Ahqaf: 35)
Rasulullah adalah suri tauladan yang paling sabar, dan tidak tergesa dalam
menghadapi suatu masalah sebagaimana banyak disebutkan dalam hadits.
Sedang bercepat-cepat untuk melakukan kebaikan, dan terburu meraih suatu kesempatan yang ada di depan mata adalah tindakan yang terpuji dan bukan tercela seperti yang disebutkan di atas.
6. Jangan pernah khawatir akan hari esok.
Inilah salah
satu kunci ketenangan hati dan jiwa. Ingatlah bahwa Tuhan menjanjikan masa
depan, dan harapan kita tidak akan pernah lenyap. Bukankah cinta, hidup dan
mati itu ada di tangan Tuhan?
عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ
رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا
كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا
أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ،
وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma,
ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu
bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau
pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu
sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka
janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan
waktu hidupmu sebelum kamu mati”. (Bukhari no. 6416)
7. Ketuklah, maka pintu akan terbuka.
Ingatlah pada-Nya, maka Ia akan mengingatmu. Berdoalah, maka keluh
kesahmu akan didengarkan. Mintalah sesuatu dengan tulus dan ikhlas, maka Ia
akan memberikan sesuatu melebihi apa yang kau minta. Percayalah.
Allah
berfirman :
ﻭ ﺇﺫﺍ ﺳﺄﻟﻚ ﻋﺒﺎﺩﻯ ﻋﻨﻲ ﻓﺈﻧﻰ ﻗﺮﻳﺐ ﺃﺟﻴﺐ ﺩﻋﻮﺍﺓ ﺍﻟﺪﺍﻉ ﺇﺫﺍ ﺩﻋﺎﻥ
Artinya
:"Dan apabila hambaku bertanya kepadamu (Hai Muhammad) tntg aku maka
katakanlah kpd mereka bahwa aku adlh dekat kepadanya & aku memperkenankan
do'a orang yg berdo'a kepadaku (Al-Baqarah : 186 ).
Dalam
ayat ini selain Tuhan menyuruh supaya sekalian orang berdo'a kepadanya, juga Ia
menerangkan bahwa Tuhan itu dekat kpd mereka, dengan arti selalu mendengar do'a
mereka & selalu akan memperkenankan sekalian do'a itu.
Mematuhi seruan ini maka sekalian orang mu'min yg ta'at kepada tuhan selalu
berdo'a kepada Allah, tidak perduli apakah do'a itu akan diperkenankan atau
tidak.
Note: Artikel Ini Bebas Share, Cantumkan refrensi ketika me-repost artikel ini.
Informasi : 0821.2783.4471
Refrensi :
صحيح البخارىصحيح المسلم
المسند امام أحمد بن حنبل
جميع الترمذي
سنن ابن مجاه
مسند أبو يعلى
سنن الكبرى البيهقى
فتح المجيد شرح كتاب التوحيد
جامع العلوم والحكام
احكام القرأن الجصّاص
Komentar
Posting Komentar